MENDUKUNG SDGs MELALUI PEMETAAN DATA, PENDIDIKAN INKLUSIF, DAN PENGUATAN PRESTASI PESERTA DIDIK DI KABUPATEN SLEMAN

Sleman, Yogyakarta — Praktik Kependidikan (PK) menjadi ruang bagi mahasiswa Program Studi S1 Kebijakan Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (FIP UNY), untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus mengenal secara langsung penyelenggaraan pendidikan di tingkat daerah. Melalui PK di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, mahasiswa terlibat dalam pemetaan pendidikan inklusif, pengelolaan dan verifikasi data, pembinaan prestasi peserta didik, persiapan akreditasi, hingga pendampingan pengelolaan sekolah.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan pendidikan tidak berhenti pada regulasi dan dokumen administratif. Implementasinya membutuhkan data yang akurat, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Praktik ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Quality Education, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata.

Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah pemetaan kondisi penyelenggaraan pendidikan inklusi pada jenjang sekolah dasar se-Kabupaten Sleman Tahun 2026. Pemetaan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan sekolah dalam memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Aspek yang diperhatikan meliputi ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK), aksesibilitas sarana dan prasarana, serta kesiapan sekolah dalam mengakomodasi kebutuhan peserta didik melalui pembelajaran dan kurikulum.

Hasil pemetaan dapat menjadi bahan bagi Dinas Pendidikan dalam mengidentifikasi kebutuhan penguatan sekolah inklusif, mulai dari distribusi tenaga pendamping, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan sarana pendukung. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman mengenai pentingnya menggunakan informasi berbasis kondisi nyata dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan.

Mahasiswa juga terlibat dalam pemetaan prestasi peserta didik sekolah dasar berbasis wilayah yang berlangsung pada 21 Juli hingga 25 September 2026 di Bidang Pembinaan SD, khususnya Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Pendataan dilakukan menggunakan instrumen digital melalui Google Forms kepada sekolah dasar negeri dan swasta di 17 kapanewon. Data yang terkumpul kemudian ditinjau, diverifikasi, dikelompokkan, dan dianalisis secara kuantitatif deskriptif berdasarkan karakteristik prestasi, status sekolah, dan wilayah.

Dari proses tersebut berhasil dihimpun dan divalidasi 776 data prestasi peserta didik, terdiri atas 165 prestasi dari SD negeri dan 611 prestasi dari SD swasta. Berdasarkan bentuknya, terdapat 651 prestasi individu dan 125 prestasi kelompok. Sementara berdasarkan tingkat kejuaraan, terdapat 208 prestasi tingkat kabupaten, 182 tingkat provinsi, 142 tingkat nasional, dan 244 tingkat internasional.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai sebaran capaian peserta didik di berbagai wilayah Kabupaten Sleman. Informasi tersebut dapat mendukung perencanaan pembinaan prestasi, optimalisasi peran Koordinator Wilayah Kapanewon, serta pertukaran praktik baik antarsekolah. Bagi mahasiswa Kebijakan Pendidikan, kegiatan ini menjadi pembelajaran langsung mengenai bagaimana data dikumpulkan, diverifikasi, dan dianalisis sebelum digunakan sebagai informasi pendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Kegiatan lainnya adalah pemetaan ketidaksesuaian data SPMB Online dan data siswa kelas I sebagai bagian dari proses verifikasi data pendidikan. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat kesesuaian antara data hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online dengan data riil peserta didik kelas I di satuan pendidikan. Proses verifikasi penting untuk memastikan akurasi data yang berkaitan dengan berbagai kebutuhan perencanaan, termasuk kebutuhan guru, pengelolaan anggaran, dan proyeksi daya tampung sekolah.

Selain pengelolaan data, mahasiswa turut mendukung penguatan mutu sekolah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Akreditasi. Kegiatan ini memberikan pengalaman mengenai standar dan instrumen akreditasi, penyusunan dokumen bukti dukung, serta persiapan satuan pendidikan menghadapi visitasi asesor. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa akreditasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen, tetapi juga dapat menjadi momentum bagi sekolah untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan dan memperkuat sistem penjaminan mutu.

Rangkaian kegiatan PK juga mencakup Bimtek Manajemen Dapodik, Bimtek BOSP-BOS Kinerja, Bimtek Penguatan Sekolah Inklusi, Bimtek Optimalisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, diseminasi penguatan pendidikan karakter bagi komite sekolah dan orang tua/wali, serta pendampingan penyusunan laporan Dana BOSP dan BOSDA bagi sekolah dasar negeri maupun swasta.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan proses yang melibatkan banyak pihak. Dinas Pendidikan, sekolah, guru, Koordinator Wilayah Kapanewon, komite sekolah, orang tua, serta mahasiswa dan dosen pembimbing memiliki peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung peningkatan mutu dan pemerataan layanan.

Bagi mahasiswa S1 Kebijakan Pendidikan FIP UNY, pengalaman di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan realitas penyelenggaraan pendidikan di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di lingkungan birokrasi pendidikan, tetapi juga belajar membaca persoalan, mengelola data, memahami kebutuhan sekolah, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui Praktik Kependidikan, mahasiswa semakin memahami bahwa kebijakan pendidikan merupakan proses yang membutuhkan perencanaan, data, pengelolaan sumber daya, penjaminan mutu, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi S1 Kebijakan Pendidikan FIP UNY dalam memberikan ruang pembelajaran kontekstual agar mahasiswa mampu memahami sekaligus berkontribusi dalam praktik penyelenggaraan pendidikan di daerah