Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Kaji Pemanfaatan Rapor Pendidikan untuk Peningkatan Mutu SMP di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul

Yogyakarta – Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta turut terlibat dalam kajian mengenai pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai salah satu sumber data dalam upaya peningkatan mutu pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Agustus hingga 10 September 2026 oleh mahasiswa dari Bidang Pembinaan SMP, yaitu Hana Aisy bersama partner, Pricillia Setya Audria Putri.

Kajian tersebut dilakukan dengan melihat bagaimana data Rapor Pendidikan dimanfaatkan untuk memahami kondisi mutu SMP sekaligus menjadi bahan dalam menentukan langkah perbaikan. Kota Yogyakarta dipilih sebagai wilayah utama kajian dan kemudian dibandingkan dengan Kabupaten Bantul. Perbandingan ini dilakukan untuk melihat persamaan, perbedaan, serta praktik pemanfaatan data yang telah dilakukan oleh masing-masing daerah.

Dalam prosesnya, kajian memperhatikan sejumlah indikator dalam Rapor Pendidikan, antara lain kemampuan literasi, numerasi, karakter, kualitas pembelajaran, iklim keamanan satuan pendidikan, dan iklim kebhinekaan. Data tersebut tidak hanya dilihat dari capaian pada satu tahun, tetapi juga dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya untuk mengetahui adanya peningkatan maupun penurunan. Hal ini menjadi penting karena data Rapor Pendidikan dapat digunakan sebagai bahan untuk mengidentifikasi masalah, melakukan refleksi, menentukan tindak lanjut, serta memantau hasil perbaikan.

Kajian juga dilakukan melalui pengumpulan data dan wawancara dengan pihak yang berkaitan dengan pengelolaan mutu pendidikan SMP di kedua wilayah. Dari proses tersebut, ditemukan bahwa Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul memiliki alur pemanfaatan Rapor Pendidikan yang pada dasarnya serupa, mulai dari identifikasi indikator, penelusuran akar masalah, hingga penyusunan tindak lanjut. Salah satu hal yang menjadi perhatian bersama adalah kemampuan numerasi yang masih perlu diperkuat, sementara iklim kebhinekaan menjadi indikator yang mengalami penurunan di kedua wilayah.

Kegiatan ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa PK UNY untuk melihat secara langsung bagaimana data pendidikan digunakan dalam mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat daerah. Selain memperoleh pengalaman dalam melakukan kajian, keterlibatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pemanfaatan data pendidikan tidak berhenti pada melihat angka, tetapi perlu dilanjutkan dengan memahami masalah dan menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi di lapangan.